Thanks for giving me a space among you Guys..
Campus Life 1

Campus Life 2
Campus Life 3
Campus Life 4

http://meganingrum.files.wordpress.com/2011/06/orang-tua.jpg?w=300
Assalamualaikum teman-teman yang baik. Apa kabaar?? ![]()
Berikut ini akan kuceritakan sebuah cerita pendek, yang diambil dari kisah nyata. Cekidot gan!
—
Sebutlah seorang wanita bernama Bunga. Dia tinggal di sebuah kota di ujung timur propinsi Jawa Timur. Dia adalah seorang janda dengan tiga anak. Satu anak laki-laki dari suami pertamanya, dan dua anak perempuan dari suami keduanya. Saat suami keduanya meninggal dunia, ketiga anak itu pun berada di bawah asuhannya. Untuk itu, wanita ini bekerja keras membanting tulang seorang diri untuk biaya hidup mereka berempat. Dari kemampuannya memasak, dia menghidupi keluarganya dengan berjualan makanan kecil-kecilan. Mengasuh tiga anak sungguh bukan pekerjaan mudah. Ditambah lagi, dia selalu membiasakan untuk menuruti keinginan ketiga anaknya sejak kecil. Mungkin yang dia pikirkan adalah dia tidak ingin anaknya ikut merasakan “susah” sehingga apapun yang mereka minta, dengan kerja keras ibunya pasti dapat dipenuhi. Entahlah, namun mungkin disinilah letak kesalahan dari Ibu Bunga ini. Ketiga anaknya yang terbiasa seperti itu, mulai sering meminta hal-hal yang kadang terlalu sulit untuk dipenuhi. Seperti saat anak pertamanya yang tiba-tiba minta dibelikan motor baru saat dia baru duduk di bangku kelas 3 SMP. Atau anak keduanya yang tiba-tiba meminta handphone, laptop, atau bahkan motor baru juga padahal dia baru duduk di bangku kelas 1 SMP. (intermezo : bahkan mega baru punya hp di kelas 3 SMA.. haha.. cupuu sekalii.. XD). Atau anaknya yang paling kecil yang sering sekali merengek minta dibelikan makanan kecil. Kapanpun anak itu minta, WAJIB DIPENUHI.. (kalo nggak, dia akan terus merengek).
Sungguh Mega sebagai pendengar cerita ini tidak habis pikir. Memangnya ketiga anak itu tidak pernah memperhatikan apa pekerjaan ibunya? Memangnya mereka tidak lihat bagaimana badan ibunya yang sudah kurus kering itu karena harus bekerja setiap hari demi mereka? Terlepas dari salah atau tidak cara ibunya mengasuh mereka dalam posisi sebagai single parent , apakah tidak sedikitpun anak-anak ini berpikir sebelum meminta? Astaghfirullah…
Singkat cerita, si anak pertama akhirnya mendapat motor idamannya. Anak kedua pun akhirnya memiliki HP. Pelajaran kedua yang ingin Mega garis bawahi disini adalah, “TEKNOLOGI tanpa PENGAWASAN itu SANGAT BERBAHAYA BAGI PERKEMBANGAN ANAK”. Sekedar informasi, dari ketiga anaknya, anak kedua adalah anak yang paling pandai. Dia (sebut saja Melati), selalu mendapat peringkat tertinggi di kelasnya semasa dia duduk di bangku SD. Namun, sejak memiliki HP, Melati mengalami perubahan perilaku. Suatu saat pernah dia terpergok sedang bertelepon-teleponan mesra (lengkap dengan panggilan “sayang”
) dengan seseorang yang tidak diketahui siapa. Apakah si Melati tidak ditegur? Tentu saja dia ditegur. Tapi bagaimana lagi, namanya juga anak kelas 1 SMP, masih belum sepenuhnya mengerti mengenai resiko dari tindakan yang dia lakukan, dia masih terus berkomunikasi dengan seseorang tersebut. Hingga suatu hari, si Melati ijin pada ibunya untuk pergi ke warnet. Ibunya mengijinkan asal mengajak adiknya turut serta, biar sekalian si Melati bisa membantu ibunya untuk mengajak main adiknya. Si adikpun diajak. Di perjalanan menuju warnet, si Melati mampir dahulu ke sebuah toko untuk membeli baju. Sang adik bertanya kenapa Melati beli baju, tapi Melati hanya menyuruh adiknya untuk jangan bertanya.
Sesampainya di warnet, si Melati mulai melakukan aktivitas browsing-nya. Si adik hanya memperhatikan saja. Tiba-tiba Melati bilang ingin ke toilet. Adiknya pun menunggu. Ternyata setelah hampir satu jam, Melati tak kunjung datang. Adiknya menangis karena bingung. Singkat cerita, kakak tertua Melati akhirnya menjemput adik bungsunya di warnet, dan baru menyadari kalau Melati telah kabur. Seluruh keluarga berusaha menghubungi teman-teman Melati untuk mencari petunjuk. Fakta terkuak saat salah satu teman Melati mendapat SMS dari laki-laki yang belakangan diketahui merupakan kekasih Melati. SMS itu kira-kira berisi informasi bahwa laki-laki ini (usianya 40 tahunan!!
) sedang dalam perjalanan menuju ke Jakarta bersama Melati. Seluruh keluarga SHOCK mendengar kabar ini. Bisa bayangin kan, hancurnya hati sang Ibu Bunga? naudzubillahimindzaliik.. >,<
—
Nah, kawan..
Dari cerita singkat di atas bisa diambil kesimpulan bahwa mengasuh anak mungkin bisa dikatakan sebagai HAL TERSULIT dalam kehidupan manusia. Ayah Mega pernah bilang,
“Nduk, mengurusimu dari kecil hingga kamu bisa jadi mandiri itu butuh pengorbanan yang sangat besar. Tapi kalo kamu pikir tanggung jawab ayah lepas saat kamu sudah menikah, kamu keliru. Tanggung jawab orang tua terhadap anak itu adalah selamanya. Sehabis menikah, orang tua minimal masih akan terus mengikuti bagaimana pernikahanmu berjalan, bagaimana anak-anakmu tumbuh, dan seterusnya.”
Berat juga ya kalo dipikir. Anak adalah karunia sekaligus amanah (amanah = beban) terberat dalam hidup orang tua. Baik dan buruk seorang anak, pasti akan berdampak pada orang tuanya.
(mari hati-hati dalam bertindak untuk selalu menjaga kepercayaan orang tua kita).
Hmm, kalo boleh punya pikiran aneh, sebenernya Mega gak habis pikir, gimana caranya ayah ibu mengasuh Mega sampe segedhe ini. Dengan sangat menyadari kekurangan-kekurangan dan segala kenakalan Mega sekarang, tapi minimal Mega bisa tumbuh menjadi anak yang penurut, jarang berpikiran aneh-aneh terutama kepada orang tua Mega (maap sedikit narsis, XD, tapi teman-teman yang baca ini juga begitu kan??
). Andaikan cara mengasuh Mega bisa di backtrack dan ditulis resumenya, pasti akan kuikuti sebagai “panduan cara minimal pengasuhan anak” kelak. (jiaaah.. pikirannya, XD)
Sebagai penutup, mari kita senantiasa berdoa agar dalam perjalanan hidup di dunia, kita selalu mendapat bimbingan dari Allah SWT, sehingga kita dan seluruh keluarga (termasuk turunan-turunan kita nanti) akan dihindarkan dari perbuatan-perbuatan yang tercela dan semua dapat dipertemukan di surga Allah SWT. Amiin..
SEMANGAT teman teman!!
~Depok,5 Juni 2011~
Meganingrum AJ